Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 09 Mei 2014

MPLS (Multiprotocol Label Switching)

Arsitektur MPLS
               Teknologi ATM dan frame relay bersifat connection-oriented: setiap virtualcircuit harus disetup dengan protokol persinyalan sebelum transmisi. IP bersifatconnectionless: protokol routing menentukan arah pengiriman paket dengan bertukarinfo routing. MPLS mewakili konvergensi kedua pendekatan ini.
               MPLS (Multiprotocol Label Switching) adalah teknologi penyampaian paket pada jaringan backbone berkecepatan tinggi. Asas kerjanya menggabungkan beberapakelebihan dari sistem komunikasi circuit-switched dan packet-switched yang melahirkanteknologi yang lebih baik dari keduanya. Sebelumnya, paket-paket diteruskan denganprotokol routing seperti OSPF, IS-IS, BGP, atau EGP. Protokol routing berada padalapisan network  (ketiga) dalam sistem OSI, sedangkan MPLS berada di antara lapisankedua dan ketiga.
              Prinsip kerja MPLS ialah menggabungkan kecepatan switching pada layer 2  dengan kemampuan routing dan skalabilitas pada layer 3.  Cara kerjanya adalah denganmenyelipkan label di antara header layer 2 dan layer 3 pada paket yang diteruskan. Labeldihasilkan oleh Label-Switching Router  dimana bertindak sebagai penghubung jaringanMPLS dengan jaringan luar. Label berisi informasi tujuan node selanjutnya kemana paketharus dikirim. Kemudian paket diteruskan ke node berikutnya, di node ini label paketakan dilepas dan diberi label yang baru yang berisi tujuan berikutnya. Paket-paketditeruskan dalam path yang disebut LSP ( Label Switching Path).
 
Komponen MPLS :
a. Label Switched Path (LSP) :
Merupakan jalur yang melalui satu atau serangkaianLSR dimana paket diteruskan oleh label swapping dari satu MPLS node ke MPLSnode yang lain
b. Label Switching Router :
Merupakan MPLS node yang mampu meneruskan paket-paket layer-3
c. MPLS Edge Node atau Label Edge Router  (LER) :
Merupakan MPLS node yangmenghubungkan sebuah MPLS domain dengan node yang berada diluar MPLSdomain
d. MPLS Egress Node :
Merupakan MPLS node yang mengatur trafik saat meninggalkan MPLSdomain
e. MPLS ingress Node :
MPLS node yang mengatur trafik saat akan memasukiMPLS domain
f. MPLS label :
Merupakan label yang ditempatkan sebagai MPLS header
g.MPLS node :
Merupakan node yang menjalankan MPLS. MPLS node ini sebagai controlprotokol yang akan meneruskan paket berdasarkan label.
               Network MPLS terdiri atas sirkit yang disebut label-switched path (LSP), yangmenghubungkan titik-titik yang disebut label-switched router (LSR). LSR pertama danterakhir disebut ingress dan egress. Setiap LSP dikaitkan dengan sebuah forwardingequivalence class (FEC), yang merupakan kumpulan paket yang menerima perlakukanforwarding yang sama di sebuah LSR. FEC diidentifikasikan dengan pemasangan label.
               Untuk membentuk LSP, diperlukan suatu protokol persinyalan. Protokol inimenentukan forwarding berdasarkan label pada paket. Label yang pendek dan berukurantetap mempercepat proses forwarding dan mempertinggi fleksibilitas pemilihan path.Hasilnya adalah network datagram yang bersifat lebih connection-oriented.
 
Enkapsulasi Paket
               Tidak seperti ATM yang memecah paket-paket IP, MPLS hanya melakukanenkapsulasi paket IP, dengan memasang header MPLS. Header MPLS terdiri atas 32 bitdata, termasuk 20 bit label, 2 bit eksperimen, dan 1 bit identifikasi stack, serta 8 bit TTL.Label adalah bagian dari header, memiliki panjang yang bersifat tetap, dan merupakansatu-satunya tanda identifikasi paket. Label digunakan untuk proses forwarding, termasuk proses traffic engineering.
                Setiap LSR memiliki tabel yang disebut label-swiching table. Tabel itu berisipemetaan label masuk, label keluar, dan link ke LSR berikutnya. Saat LSR menerimapaket, label paket akan dibaca, kemudian diganti dengan label keluar, lalu paketdikirimkan ke LSR berikutnya.Selain paket IP, paket MPLS juga bisa dienkapsulasikan kembali dalam paketMPLS. Maka sebuah paket bisa memiliki beberapa header. Dan bit stack pada headermenunjukkan apakah suatu header sudah terletak di ‘dasar’ tumpukan header MPLS itu
 
Distribusi Label
                Untuk menyusun LSP, label-switching table di setiap LSR harus dilengkapidengan pemetaan dari setiap label masukan ke setiap label keluaran. Proses melengkapitabel ini dilakukan dengan protokol distribusi label. Ini mirip dengan protokolpersinyalan di ATM, sehingga sering juga disebut protokol persinyalan MPLS. Salah satuprotokol ini adalah LDP (Label Distribution Protocol).LDP hanya memiliki feature dasar dalam melakukan forwarding. Untuk meningkatkan kemampuan mengelola QoS dan rekayasa trafik, beberapa protokoldistribusi label lain telah dirancang dan dikembangkan juga. Yang paling banyak disarankan adalah CR-LDP (constraint-based routing LDP) dan RSVP-TE (RSVP denganekstensi Traffic Engineering).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar